Nama: Yani Tri E-Mail: m3i_tbc77@yahoo.com Saya dari Cianjur, Cianjur, Sawahgede dan saya 18 [ P ]. Sekolah saya: SMU N 1 CIANJUR Di daerah: Cianjur, Cianjur, Sawahgede,Jl P Hidayatullah Propinsi : JAWA BARAT Saran: Mohon untuk SMUNSA agar memperhatikan aspek afektif dalam pengajaran di sekolah,jangan hanya memperhatikan segi kognitif. Cara guru memberi soal-soal (khususnya pada waktu ujian) jangan pilihan ganda, karena sejujurnya bila pilihan ganda kebanyakan siswa hanya menebak, khususnya untuk soal-saol yang menyangkut matematika/fisika. Dengan begitu Guru akan mengetahui sejauh mana muridnya memahami apa yang telah diajarkan oleh guru, khususnya menyangkut jalan pikiran siswa, apakah sudah cocok dengan apa yang diminta oleh soal, karena khususnya untuk pelajaran fisika kadang-kadang siswa langsung memasukkan rumus tetapi tidak memahami soal.
Dimohon dengan sangat agar SMUNSA Cjr juga membuat website, email. Soalnya saya pernah mengirim email dan membuka website tapi kok sudah ERROR semua.
Tujuan pembuatan web dan email bukan hanya untuk bergaya-gaya tetapi lebih pada memudahkan orang untuk mengenal SMUN 1 Cjr itu sendiri (khan katanya SMUNSA Cjr itu hebat, siswanya sudah sampai ke Jepang ! )
Untuk pembuatan email memudahkan bagi para alumni untuk menjalin komunikasi, agar tali kekeluargaan tidak putus sampai di sini. Ini hanya sebatas saran dan pendapat (karena saya pernah merasakan sekolah di sini) bila diperhatikan ya alhamdullilah. Semoga Allah SWT selalu menerima segala amal yang telah kita perbuat dan selalu meridoi apa yang kita lakukan (asal seturut dengan apa yang telah diajarkan). Amin. Tanggal: 04/06/2004
|
Nama: Turmudi E-Mail: turmudi_ah@yahoo.com Saya dari Melbourne, Victoria Australia. Sekolah saya: SMA Muhammadyah Pangandaran (Tahun 77-80) Di daerah: Pangandaran, Ciamis Propinsi : Jawa Barat Saran: Mengaktifkan siswa:
Mengajar yang dilakukan dengan cara "mencekoki" siswa harus sudah mulai ditinggalkan. Guru di papan tulis memberikan definisi, menguraikan, memberi contoh, kemudian siswa secara pasif mendengarkan, mencatat, mengkopi apa yang ditulis guru tanpa memberikan komentar yang kritis, karena kalau komentar mereka tidak berani. Guru memberikan soal latihan siswa mengerjakan memeriksa kemudian Test dan dinilai. Kegiatan seperti itu hendaknya mulai ditinggalkan, dan diganti dengan menyajikan bahan ajar yang "problematis bagi siswa" yang siswa tertantang untuk menyelesaikannya sedemikian sehingga konsep-konsep (matematika, IPA, Bahasa, IPS, dll) dapat "ditemukan" sendiri oleh siswa.
Sebuah pengalaman memperlihatkan kajian kritis seperti ini cukup memberikan bekal untuk menjadi calon-calon ilmuwan yang kritis. Tahun 1980 ada buku Biologi mengatakan bahwa kecepatan pertumbuhan bambu adalah 60 cm per menit (Buku Biologi Balai Pustaka halaman 114). Saya waktu itu kelas 3 SMAM Pangandaran, tidak percaya begitu saja. Saya melakukan percobaan dengan cara mengukur "IBUNG" (Bambu muda). Setiap hari saya ukur ketinggiannya, Hari pertama 65 cm, hari kedua 73 cm, hari ketiga 79 cm, dst. sampai hari ke dua belas, setelah dihitung dan dirata-ratakan saya menemukan angka bahwa kecepatan tumbuh bambu yang saya ukur adalah 0,066 cm per menit. Angkanya hampir sama tapi tempat desimalnya yang sangat jauh. Hasil penelitian ini saya tulis dalam bentuk artikel dan artikelnya sekarang tersimpan dalam Majalah PIPA (Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam)Bandung, Jl. Diponegoro 12 Bandung. Edisi 40 tahun 1979. Pengalaman penelitian saya (sebagai siswa sma)telah memupuk jiwa "selalu ingin meneliti" atau selalu "ingin tahu" dibalik gejala yang kadang tidak masuk akal. Dan data tersebut sekarang juga dijadikan sebagai "mathematical investigative" yang dimuat dalam buku "Model Buku Pelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama" Panduan Pengembangan yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Perbukuan Jakarta (2003, halaman 210).
Kalaulah sikap selalu ingin tahu seperti itu tertanam sejak dini pada siswa Indonesia, maka tidak tertutup kemungkinan anak-anak Indonesia akan mampu berdiri sejajar dengan anak-anak lain di dunia ini.
Sekarang saya sedang menempuh program Ph.D. di salah satu Universitas di Australia. Tanggal: 12/6//2004
|